Senin, 04 Maret 2013

Resiko Modernisasi Dan Solusinya

Kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya. Indeks pembangunan manusia ditentukan oleh tingkat pendidikan suatu daerah. Tingkat pendidikan yang dimaksud adalah bagaimana mengelolah sistem pendidikan itu sendiri oleh setiap pemangku kebijakan. Sistem pendidikan yang tidak didasari dengan ideologi yang kuat akan menghasilkan lulusan yang gamang dalam menerjemahkan peran dirinya di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya sarjana yang hanya berorientasi pada lapangan pekerjaan, dan tidak mencari jalan keluar dengan menjadi entrepreneur, ataupun social entrepreneur. Pendidikan mesti didorong untuk membangun dari bawah, bukan untuk menjadi tenaga kerja yang melulu berharap pada investasi asing. Di sini terlihat kesalahan rancang bangun pendidikan nasional, karena mengandung bias kota dan sentralisasi pembangunan. Imbasnya, setelah melewati bangku sekolah dan perguruan, seseorang cenderung akan menuju kota dan pabrik, karena pola modernisasi sudah terinternalisasi dalam alam fikirnya.

Adanya perbedaan persepsi atau lebih tepat dikatakan “salah” pengertian tentang pendidikan yang lebih mengutamakan pengembangan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship). Jika pendidikan wirausaha hanya dimaknai sebagai kegiatan melatih seseorang agar pintar mencari uang dan cepat meraih kekayaan, hasilnya justru akan kontraproduktif. Alih-alih akan mendekatkan masyarakat pada kehidupan sejahtera, langkah seperti itu malah akan memperburuk tatanan ekonomi daerah dan melanggengkan ketimpangan sosial ekonomi. Adalah kekeliruan besar jika kita melihat pendidikan semata sebagai sistem yang mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pola industrialisasi yang tercetak dalam cara berfikir positifistik (UN adalah salah satu indikatornya). Bangsa ini tidak perlu mengambil jalan keliru dengan menjadikan pendidikan sebagai mesin pencetak tenaga kerja. Karena itu bukanlah nation dan characterbuilding. Itu adalah robotbuilding. Kecuali para pemimpinnya menginginkan negara ini menjadi negara yang berisikan ratusan juta buruh semata. Konsep pendidikan yang membebaskan dan berusaha mendobrak kekakuan dalam pola pendidikan apabila tidak ada peraturan yang membatasi akan menimbulkan permasalahan baru seperti kebebasan berpakaian, Permasalahan yang timbul yaitu akan adanya persaingan dalam penampilan para siswa dan memungkinkan akan timbulnya kelompok-kelompok dalam sekolah.

Salah satu langkah jitu untuk meningkatkan mutu pendidikan agar para pelajar kita bisa menjadi pelaku pembangunan yang efektif di masa depan, adalah kontekstualisasi pendidikan. Yang dimaksud dengan kontekstualisasi pendidikan adalah mengkaitkan segenap pelajaran di sekolah dengan kehidupan nyata, khususnya dengan dinamika pembangunan di daerah. Visi ke depan adalah pengembangan pendidikan memultiplikasi potensi sumber daya alam ke dalam tangan-tangan yang mampu memanfaatkannya secara bertanggungjawab. Prakondisi untuk memperbaiki pendidikan kita sudah ada. Desentralisasi politik dan pendidikan adalah landasan emas untuk membebaskan pendidikan dari kekangan logika (hubungan industrial). Sehingga tinggal diselaraskan adalah cita-cita nasional, dan juga cita-cita daerah. Menanamkan kompetensi ke dalam diri anak didik adalah satu hal. Tapi membangun karakter dan jiwa adalah tantangan sesungguhnya. Dan itu akan jelas memberikan waktu yang cukup untuk melakukan otokritik dan mengakui letak kesalahan dunia pendidikan kita.

Kesimpulannya, perkembangan proses pembelajaran sekolah yang lebih mengedepankan pengasahan kreativitas, daya eksplorasi anak dan perpaduan integral dari keduanya yang membentuk kemempuan berpikir kritis. Kreativitas dan kemampuan berpikir kritis saat ini, yang disepakati sebagai pilar utama pengembangan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dan Pengembangan entrepreneurship adalah kunci kemajuan. Pendidikan kita harus didorong untuk membangun Indonesia dari bawah, bukan untuk menjadi tenaga kerja yang selalu berharap pada investasi asing. Dan Sistem Pendidikan yang diselaraskan dengan cita-cita nasional, dan juga cita-cita daerah. Revitalisasi pendidikan dengan konsep mengusung kebebasan juga akan sangat bermanfaat. Pada akhirnya harapan dan kemajuan yang selama ini dicita-citakan akan terbuka lebar. Semoga J

2 Komentar

Unknown 29 Juni 2015 pukul 12.59

Jika Anda membutuhkan Driver Printer, silahkan kunjungi situs http://www.agendriver.com/

Andi 2 April 2016 pukul 10.48

Pengobatan Sipilis Secara Alami ? Segera Hubungi Kami Dan Pesan Obatnya Sekarang Juga di Fast Respond : 087705015423 PIN : 207C6F18.

Posting Komentar